Kamis, 18 Agustus 2011

Harmony in Diversity


                  Harmony in Diversity?? Berbicara mengenai Harmony in diversity, tidak akan pernah ada habisnya bila diulas. Karena, jika sekali saja berbicara tentang Harmony in Diversity, pastilah kita secara otomatis akan terarah pada Cultures of Environment, atau kebudayaan di lingkungan masyarakat.
                   Sebenarnya, apa itu “Harmony in Diversity”?? Apa pengertiannya?? Dan bagaimana cara kita sebagai kawula muda Indonesia memaknai serta menyikapinya??
                  “Harmony in Diversity”. Sekilas pastilah tersirat dalam pemikiran kita tentang 2 kata. ‘Harmony’ dan ‘Diversity’. Ada beberapa versia yang mengulas tentang pengertian Harmony dan Diversity, salah satunya adalah Oxford Dictionary. Pengertian dari ‘Harmony’ adalah  ‘The state of peaceful existance and agreement or pleasing combination of related things which can make those live together in perfect’. Dan pengertian dari ‘Diversity’ adalah ‘something that draws attention away from something that you don’t want to be noticed’. Apabila kedua makna tersebut digabungkan, Harmony in Diversity memiliki sebuah arti yang padu sebagai berikut ‘Kind of situation which people can live happily by helping each other without care about the other’s past and their differences, always try to make that differences become the compatible things’
                Lantas, bagaimana bila Harmony in Diversity itu diartikan ke dalam Bahasa Indonesia?. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Harmony in Diversity memiliki arti ‘Keserasian didalam Keragaman’. Makna yang tersirat adalah Kita dapat hidup rukun, damai, serta serasi antara 1 dengan yang lain. Dalam segala macam ragam, dan perbedaan yang dimiliki pada masing masing individu. Apapun keragaman yang ada dalam kehidupan kita, perbedaan apapun yang kita temui, apapun yang berbeda dengan apa yang kita pikir dan inginkan, harus tetap kita hadapi. Apabila hal itu kita atasi, semua itu tidak akan menjadi masalah yang berarti, dengan kata lainb kita tetap bisa menyelaraskan semuanya. Dan untuk menyelaraskan keragaman itu, bukan berarti dengan cara memaksakan untuk menyamakan agar keragaman itu ‘SAMA’, melainkan tentang bagaimana dengan adanya keragaman itu kita tetap menjaga keselarasan dengan cara saling menghormati dan menghargai hak masing masing individu. Didalam suatu diversitas, sikap saling melengkapi itu perlu dilakukan agar tercipta suatu keseimbangan anatara ragam yang 1 dengan ragam yang lain. Bukan perbedaan atau keragaman yang frontal lantas menyebabkan perpecahan.
                  Muatan penting yang terdapat dalam suatu diversitas adalah hal itu merupakan  cermin identitas manusia. Muatan tersebut dapat mengangkat harkat dan martabat manusia pada strata tertentu, terutama pada lingkungan yang telah dikelilingi oleh suatu kehidupan yang beragam. Dan apabila dicermati dengan seksama, diversitas sesungguhnya adalah suatu kekayaan bangsa yang tidak ternilai.
                Didalam diversitas, dapat tersirat suatu potensi yang amat sangat melekat pada kebudayaan dalam masyarakat, terutama suatu negara, tidak seluruh negara dimuka bumi ini memiliki kebudayaan seperti yang terdapat di Indonesia. Beraneka ragam suku, bahasa, dan adat istiadat. Setiap wilayah memiliki ciri yang berbeda. Ada yang hanya memiliki 1 budaya, ada pula yang memiliki beragam budaya. Misalnya Korea, hanya memiliki 1 suku bangsa dan 1 bahasa meski dipisah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan. Hal itu dikarenakan oleh faktor geografis, dimana Korea Utara dan Korea Selatan tetap terdapat didalam 1 wilayah, yaitu Semenanjung Korea. Dan oleh karena itu disebut negara Monokultur. Berbeda hal nya dengan negara Indonesia yang polikultur, dimana Indonesia memiliki ribuan pulan dan dgabungkan oleh banyak lautan, dengan demikian budaya dan bahasa pun beragam sesuai dengan daerah masing masing.
                Relasi antara diversitas dengan budaya, sesungguhnya dapat memberikan nilai lebih. Suatu negara yang memiliki budaya yang beragam dapat membawa negara tersebut ke mancanegara. Kekayaan budaya yang beragam, dapat meningkatkan harkat dan martabat masyarakat dikancah dunia sebagai negara yang berbudaya tinggi. Budaya yang beraneka ragam juga dapat menambah khazanah wawasan pemilik budaya lain, sehingga dapat memperkaya pola pikir yang telah dimiliki sebelumnya. Contoh : Terapi pengobatan tradisional di Papua yang menggunakan buah naga, akhirnya dapat menambah wawasan pengobatan masyarakat yang berada di luar daerah Papua. Selain menjadi kekayaan negara, keragaman budaya yang dimiliki dapat menjadi sebuah kontrol sosial. Semakin kaya ragam budidaya yang melingkupi suatu entitas, maka akan semakin beragam sumbangan yang akan hadir pada entitas tersebut, sehingga pada akhirnya membentuk sebuah kekayaan budaya. Dengan demikian, relasi diversitas dengan suatu kebudayaan , selain  dapat memberikan sumbangan atau masukan kepada budaya lain untuk memperkaya khazanah budaya, dapat juga memperkenalkan kebudayaan ke dunia luar, mengangkat harkat dan martabat, serta dapat digunakan atau menjadi suatu kontrol sosial.
                Diversitas mem,ang dapat menjadi tonggak kekuatan sebagai aset yang tak ternilai harganya.Namun demikian, diversitas yang dijalankan dikehidupan yang berbeda pula, tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan pertentangan pemikiran, hingga pada akhirnya menimbulkan friksi dan konflik. Untuk itu, diperlukan pemahaman dan pengenalan yang baik mengenai diversitas lain agar tidak terjadi friksi yang kemudian menjadi konflik berkepanjangan. Perbedaan dan keragaman tersebut memang tidak ada yang salah, namun meski begitu setiap masyarakat tidak boleh memvonis suatu kesalahan atas diversitas tersebut kepada suatu kultur masyarakat tertentu. Dalam hal ini, tidak ada yang benar, dan tidak salah, sebab memang demikian adanya sebuah pengaruh diversitas pada suatu kultur.
                Diversitas yang ada harus ditanggapi dengan positif, karena keragaman BUKAN suatu KEKURANGAN, melainkan suatu KELEBIHAN. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemahaman dan  dan pengertian yang cukup mendalam tentang keragaman tersebut. Meskipun perbedaan kultur antar masyarakat memang tetaplah dapat dengan mudah menimbulkan friksi ataupun konflik. Untuk itu perlu ditingkatkan terlebih dahulu pemahaman yang baik terhadap kultur disekitarnya, berikut rasa pengertian dan tenggang rasa antar manusia, sehingga dapat membentuk suatu harmoni yang senada dengan keselarasan dalam suatu keragaman di kehidupan masyarakat  saat  ini.